Pilih kualitas yang pas untuk perangkatmu.
Poong-Sang telah mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan menafkahi keempat adiknya seorang diri tanpa dukungan orang tua mereka. Memasuki usia paruh baya, ia belum pernah menikmati kehidupan pribadi karena selalu sibuk membereskan berbagai persoalan adik-adiknya. Adik pertama, Jin-Sang, kerap memicu kekacauan sambil menantikan kesempatan untuk mengubah nasibnya. Sementara itu, Jung-Sang tumbuh menjadi dokter yang cerdas, berkepala dingin, dan logis. Keberhasilan Jung-Sang membuat adik kedua, Hwa-Sang, merasa rendah diri dan melampiaskannya dengan menjadi pembuat onar. Di sisi lain, adik bungsu, We-Sang, harus menelan kekecewaan setelah impiannya menjadi pemain bisbol profesional kandas.
Komentar 0
TerbaruAturan komentar
Komentar yang melanggar dapat dihapus pengelola.
Menyiapkan akun…
Memuat komentar…